Wartanews.org || Aktivitas pengerukan tanah dan batuan menggunakan excavator di sekitar gerbang kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark menuai sorotan. Keberadaan alat berat tepat di pintu masuk kawasan wisata tersebut dinilai mencederai wajah pariwisata Sukabumi yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan bertaraf internasional.
Sekretaris Jenderal Rumah Literasi Merah Putih, Dede Heri, menilai kondisi tersebut menjadi bukti lemahnya penataan kawasan wisata di Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, status UNESCO Global Geopark seharusnya menjadi simbol keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga kawasan wisata dan lingkungan, bukan justru menghadirkan aktivitas pengerukan di area strategis wisata.
“Ini sangat ironis. Di depan gerbang utama geopark yang menjadi wajah pariwisata Sukabumi justru terlihat aktivitas pengerukan tanah dan batuan. Hal ini memperlihatkan bahwa penataan kawasan wisata belum berjalan serius,” ujar Dede Heri.
Ia juga menyoroti langkah Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi yang sebelumnya menetapkan sejumlah desa wisata dan kampung wisata. Menurutnya, penetapan tersebut jangan sampai hanya menjadi formalitas administratif tanpa dibarengi pengawasan dan penataan nyata di lapangan.
“Jangan sampai penetapan desa wisata hanya kuat di atas kertas, tetapi kondisi di lapangan bertolak belakang. Kalau di gerbang utama saja ada aktivitas seperti ini, tentu masyarakat akan mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menjaga kawasan wisata,” katanya.
Dede Heri menegaskan, kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark merupakan aset penting yang membawa nama Sukabumi ke tingkat dunia. Karena itu, penataan kawasan wisata harus dilakukan secara terarah, berkelanjutan, dan berpihak pada pelestarian lingkungan.
Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi terhadap aktivitas pengerukan yang berada di sekitar kawasan gerbang geopark. Selain itu, perlu ada langkah konkret dalam menjaga estetika dan kelestarian kawasan wisata agar citra Sukabumi sebagai daerah wisata internasional tidak tercoreng.
“Status UNESCO Global Geopark ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab besar yang harus dijaga bersama,” pungkasnya. (YM)***
Editor : AS













