Wartanews.org || Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyimpan potensi wisata alam yang cukup beragam. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Pantai Taman Pandan, kawasan pesisir yang berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata sekaligus ruang tumbuh bagi ekonomi masyarakat.
Secara administratif, Desa Cikangkung memiliki kode wilayah 32.02.26.2002. Wilayahnya berbatasan dengan Desa Mekarsari di sebelah utara, Desa Purwasedar di sebelah timur, Samudera Indonesia di sebelah selatan, serta Desa Gunungbatu di sebelah barat.
Posisi geografis tersebut menjadi salah satu modal penting bagi Cikangkung untuk mengembangkan potensi berbasis pesisir dan lingkungan. Keberadaan garis pantai, kawasan alam, serta sejumlah potensi wisata lainnya membuka peluang bagi desa untuk membangun ekosistem pariwisata yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Taman Pandan, Potensi Wisata Pesisir
Pantai Taman Pandan menjadi salah satu potensi wisata yang menonjol di Desa Cikangkung. Destinasi ini tercatat dalam Jejaring Desa Wisata (JADESTA) sebagai bagian dari Desa Wisata Taman Pandan yang berstatus rintisan.
Pengembangan Taman Pandan dapat diarahkan tidak hanya sebagai destinasi rekreasi pantai, tetapi juga sebagai kawasan wisata berbasis masyarakat. Konsep tersebut penting agar aktivitas pariwisata memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi warga sekitar.
Sejumlah fasilitas pendukung juga telah tercatat tersedia di kawasan tersebut, antara lain area parkir, balai pertemuan, kamar mandi umum, tempat kuliner, musala, area swafoto, hingga homestay.
Keberadaan fasilitas tersebut menjadi modal awal dalam membangun pengalaman wisata yang lebih nyaman. Namun, pengembangan destinasi tetap membutuhkan pengelolaan yang konsisten, terutama terkait kebersihan, keselamatan wisatawan, aksesibilitas, kualitas pelayanan, serta tata kelola kawasan.
Tak Hanya Pantai
Potensi wisata Desa Cikangkung tidak berhenti di Taman Pandan. Sejumlah potensi alam lain seperti Karang Panganten dan Curug Sungai juga tercatat sebagai bagian dari potensi wisata desa.
Keragaman tersebut memberikan peluang bagi Cikangkung untuk mengembangkan pola perjalanan wisata yang tidak hanya berorientasi pada pantai, tetapi juga menggabungkan wisata alam lainnya.
Jika dikelola secara terintegrasi, berbagai potensi tersebut dapat membentuk pengalaman wisata yang lebih beragam sekaligus memperpanjang lama kunjungan wisatawan.
Pariwisata dan Peluang Ekonomi Warga
Bagi desa, pariwisata bukan semata-mata tentang mendatangkan wisatawan. Lebih jauh, sektor ini dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan ekonomi lokal.
Pertumbuhan kunjungan wisata berpotensi menciptakan ruang usaha bagi pelaku UMKM, pedagang kuliner, pengelola homestay, jasa transportasi lokal, pengelola parkir, pemandu wisata, hingga pelaku ekonomi kreatif.
Karena itu, pengembangan wisata Cikangkung perlu ditempatkan dalam kerangka pemberdayaan masyarakat. Warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian dari rantai ekonomi pariwisata.
Produk pangan lokal, kuliner khas, kerajinan, serta berbagai produk UMKM juga dapat dikembangkan sebagai bagian dari identitas destinasi.
Infrastruktur dan Keselamatan Jadi Perhatian
Pengembangan destinasi wisata alam juga memiliki tantangan. Kawasan pesisir membutuhkan perhatian terhadap keselamatan pengunjung, kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, fasilitas sanitasi, serta kesiapan menghadapi kondisi cuaca dan gelombang laut.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pariwisata sebelumnya telah melakukan peninjauan ke Pantai Taman Pandan. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat kesiapan sarana dan prasarana, keselamatan wisatawan, kebersihan, serta pengelolaan kawasan.
Langkah tersebut menjadi penting agar pertumbuhan pariwisata tidak hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi juga memperhatikan kualitas destinasi dan keberlanjutan lingkungan.
Peluang Menuju Desa Wisata Berkelanjutan
Dengan posisi geografis yang berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia serta memiliki sejumlah potensi wisata alam, Desa Cikangkung memiliki modal untuk terus mengembangkan sektor pariwisata.
Namun, pengembangan tersebut membutuhkan kolaborasi. Pemerintah desa, masyarakat, pelaku UMKM, kelompok sadar wisata, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya perlu memiliki arah pengembangan yang sama.
Promosi juga perlu berjalan seiring dengan pembenahan destinasi. Semakin dikenal sebuah kawasan wisata, semakin besar pula tuntutan terhadap pelayanan, kebersihan, keamanan, akses, dan kenyamanan wisatawan.
Pada akhirnya, keberhasilan pengembangan wisata Desa Cikangkung tidak hanya dapat diukur dari meningkatnya kunjungan wisatawan. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana pariwisata mampu menciptakan kesempatan usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat, menjaga lingkungan, serta memperkuat identitas desa.
Pantai Taman Pandan dan potensi alam lainnya menjadi modal awal. Dengan tata kelola yang baik dan keterlibatan masyarakat, Cikangkung berpeluang membangun model pariwisata desa yang tidak hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah Sukabumi Selatan.***
Editor : DH













