WARTANEWS.ORG || Seorang pemuda bernama Fajar (27) memanfaatkan botol plastik bekas untuk menanam selada dengan sistem hidroponik di Kampung Cimenteng, RT 40/RW 10, Desa Padaasih, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan tersebut telah ia tekuni sejak masa pandemi Covid-19 dan masih terus berlanjut hingga saat ini.
Fajar yang juga bekerja sebagai karyawan di salah satu pabrik di Sukabumi itu merupakan lulusan sarjana (S1). Di sela-sela kesibukannya bekerja, ia menyempatkan waktu untuk merawat tanaman sayuran yang ditanam di sekitar rumahnya.
“Saya mulai menanam sejak masa Covid-19. Awalnya hanya untuk mengisi waktu luang, tapi lama-lama jadi hobi,” ujar Fajar kepada wartain.com saat ditemui dilokasi, Rabu (25/2/2026).
Ia menuturkan, jenis sayuran yang pertama kali ditanam adalah kangkung, pakcoy, dan selada. Dari beberapa jenis tersebut, selada menjadi salah satu tanaman yang terus ia kembangkan hingga sekarang karena perawatannya relatif mudah dan masa panennya cukup cepat.
Fajar memanfaatkan botol-botol plastik bekas air mineral sebagai media tanam. Botol tersebut dipotong dan dirancang sedemikian rupa sehingga dapat digunakan sebagai wadah sistem hidroponik sederhana. Cara ini dinilai lebih hemat biaya sekaligus membantu mengurangi limbah plastik di lingkungan sekitar.
Menurutnya, sistem hidroponik dipilih karena tidak membutuhkan lahan yang luas dan lebih praktis dalam pengelolaan air serta nutrisi tanaman. “Meski sederhana, tanaman selada yang saya rawat ini tumbuh dengan baik berkat perawatan yang rutin dan telaten,” tuturnya.
Setiap kali memasuki masa panen, hasil selada tersebut sebagian besar dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi keluarga. Dalam beberapa kesempatan, ada pula warga sekitar yang membeli hasil panennya, meski jumlahnya tidak terlalu banyak.
Ia juga menegaskan, kegiatan bercocok tanam tersebut bukan semata-mata untuk mencari keuntungan ekonomi. “Saya menanam ini ingin punya sumber pangan sendiri minimal untuk kebutuhan keluarga juga belajar untuk ketahanan pangan mandiri intinya. Serta kepuasan pribadi dalam merawat tanaman hingga panen,” pungkasnya
Hingga kini, Fajar tetap konsisten menekuni budidaya selada hidroponik di tengah aktivitasnya sebagai karyawan pabrik. Ia berharap, kegiatan sederhana yang dilakukannya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan lahan sempit dan barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat. (Ujang Supiandi)***
Editor : M.Nabil.













