Oleh : Abdul Salam Nur Ahmad, Sekjen Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98-PPJNA 98
WARTANEWS.ORG || Dunia hari ini tidak sedang baik-baik saja. Di tengah gemuruh konflik geopolitik yang kian memanas di berbagai belahan bumi—yang oleh banyak pengamat disebut sebagai ambang Perang Dunia III—Indonesia berdiri di persimpangan jalan sejarah. Di tengah ketidakpastian global ini, sebuah gerakan rakyat harus hadir dengan satu seruan kuat: Membumikan kembali Trisakti.
Gerakan ini bukan sekadar nostalgia sejarah, melainkan strategi bertahan hidup sekaligus lompatan besar bangsa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Trisakti: Perisai Bangsa di Tengah Badai Global
Konsep Trisakti yang dicetuskan oleh Bung Karno—Berdaulat di bidang politik, Berdikari di bidang ekonomi, dan Berkepribadian dalam kebudayaan—kini menemukan relevansi tertingginya untuk menghadapi perkembangan situasi konflik global.
Dalam situasi ancaman perang global, kedaulatan pangan, energi, dan mentalitas bangsa adalah harga mati. Presiden Prabowo, dengan visi ketahanan nasionalnya yang kuat, dipandang sebagai katalisator utama untuk mengimplementasikan Trisakti secara nyata, bukan sekadar slogan di atas kertas.
Menyelamatkan Universitas Trisakti: Menjaga Sang Kawah Candradimuka
Salah satu pilar utama dalam gerakan “Membumikan Trisakti” adalah penyelamatan dan penguatan Universitas Trisakti. Institusi ini bukan sekadar perguruan tinggi biasa; ia adalah warisan sejarah yang langsung diberi nama oleh Bung Karno.
Pusat Penggemblengan: Sebagai “Kawah Candradimuka”, Universitas Trisakti didirikan untuk menggodok generasi muda menjadi pemimpin yang tangguh, berani, dan visioner.
Benteng Intelektual: Di tengah ancaman perang fisik dan informasi, Universitas Trisakti harus dikembalikan fungsinya sebagai pusat pemikiran strategis yang mendukung kemandirian bangsa.
Misi Penyelamatan: Gerakan rakyat ini menekankan pentingnya menjaga integritas dan marwah universitas ini dari berbagai konflik internal maupun eksternal, agar ia tetap fokus mencetak “Manusia Trisakti” yang siap membawa Indonesia memimpin dunia.
“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” – Bung Karno
Menuju Indonesia Pemimpin Dunia
Visi besar ini sangat selaras dengan arah kebijakan Presiden Prabowo yang menginginkan Indonesia kuat secara militer dan ekonomi. Jika generasi muda Indonesia benar-benar dijiwai oleh ruh Trisakti, Indonesia tidak akan hanya menjadi penonton dalam kancah perang global, melainkan menjadi penengah dan pemimpin.
Gerakan Rakyat Membumikan Trisakti mengajak seluruh elemen bangsa untuk:
- Mendukung Hilirisasi, Gerakan Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi agar kita tidak bergantung pada rantai pasok global yang rentan perang.
- Memperkuat Pendidikan Karakter di universitas-universitas, terutama Universitas Trisakti, agar melahirkan pemimpin yang kuat menjaga kedaulatan tak bisa dibeli oleh kepentingan asing.
- Menjaga Persatuan Nasional sebagai modal utama menghadapi tekanan geopolitik. Serta mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia Berdoa khususnya untuk ummat Islam saat Bulan Ramadan tiada henti hentinya Berdzikir, Bersholawat dan Berdoa untuk Kekuatan Kesehatan Bapak Presiden Prabowo dan Dianugerahkan Negeri yang Aman Damai Gemah Rifah Lohjinawi Adil dan Makmur.
Penutup
Masa depan Indonesia ada pada keberanian kita untuk kembali ke jati diri bangsa. Bersama Presiden Prabowo, gerakan membumikan Trisakti adalah jawaban atas tantangan zaman. Menyelamatkan Universitas Trisakti adalah langkah awal memastikan bahwa “api” perjuangan untuk Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian akan terus menyala, membawa kita keluar dari bayang-bayang perang menuju puncak peradaban dunia.***
Editor : DH


