Wartanews.org || Diskusi pencerahan bersama DR. KH. Ece Mubarok, Pimpinan Pondok Pesantren Yaspida, memberikan sebuah perspektif fundamental: bahwa kemajuan sebuah daerah tidak boleh hanya diukur dari megahnya infrastruktur, melainkan dari kedalaman spiritualitas dan kualitas sumber daya manusianya. Dalam konteks Kabupaten Sukabumi, visi Mubarakah (Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah) yang diusung oleh Bupati H. Asep Japar dan Wakil Bupati H. Andreas periode 2025–2030, memerlukan “ruh” yang hanya bisa ditiupkan melalui peran aktif para Ulama, Ustadz, Ajengan, dan Pimpinan Pondok Pesantren.
Pondok pesantren bukan lagi sekadar menara gading tempat mengaji, melainkan episentrum perubahan sosial. Berdasarkan pemikiran KH. Ece Mubarok, terdapat empat peran krusial tokoh agama dalam menyukseskan 11 program prioritas Pemerintah Kabupaten Sukabumi:
1. Arsitek Moral dan SDM Berintegritas
Sesuai pandangan KH. Ece Mubarok, santri adalah pondasi penting untuk mencetak pemimpin masa depan yang berintegritas. Ulama dan pimpinan pesantren berfungsi sebagai pencetak SDM yang tidak hanya “Unggul” secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlakul karimah yang menjadi jaminan bagi tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani.
2. Katalisator Ekonomi Keumatan (Ecopesantren)
Visi Mubarakah menekankan kemandirian ekonomi. Melalui model yang diterapkan di Yaspida Sukabumi, pesantren bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi dan pariwisata edukasi. Para ajengan kini berperan menggerakkan potensi ekonomi lokal, membuktikan bahwa keberkahan dan kesejahteraan finansial dapat berjalan beriringan.
3. Jembatan Komunikasi Kebijakan
Pemerintah memiliki keterbatasan jangkauan komunikasi hingga ke pelosok. Di sinilah ustadz dan ajengan di majelis-majelis taklim berperan sebagai penyambung lidah program pemerintah. Mereka menerjemahkan visi “Mubarakah” ke dalam bahasa kaum santri dan warga, sehingga program pembangunan tidak dirasakan sebagai instruksi top-down, melainkan sebagai amal jariyah kolektif.
4. Penjaga Kondusivitas dan Kesatuan
Sebagai Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi, KH. Ece Mubarok menegaskan komitmen ulama untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas daerah. Sinergi Ulama-Umara adalah kunci untuk memastikan setiap gesekan sosial dapat diredam dengan pendekatan agama yang menyejukkan, sehingga agenda pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan keamanan.
Visi Sukabumi Mubarakah adalah sebuah panggilan sejarah. Sebagaimana pesan dalam diskusi bersama KH. Ece Mubarok, keberhasilan Bupati Asep Japar dan Wakil Bupati Andreas adalah keberhasilan kita semua. Ketika umara (pemerintah) menyusun rencana dengan presisi teknokrasi, dan ulama mendukungnya dengan penguatan mental-spiritual, maka “keberkahan” yang dicita-citakan bukan lagi sekadar doa di atas kertas, melainkan kenyataan yang dirasakan oleh seluruh rakyat Sukabumi.***
Editor : D Heri













