Wartainews.org – Aktivitas pariwisata di wilayah Sukabumi pada libur Tahun Baru 2026 tidak menunjukkan lonjakan signifikan. Kondisi ini dipengaruhi oleh sejumlah peristiwa bencana alam yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, sehingga berdampak pada minat wisatawan untuk berkunjung.
Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, mengatakan pemantauan arus lalu lintas di sejumlah jalur utama menuju kawasan wisata menunjukkan situasi relatif normal tanpa peningkatan berarti. Hal tersebut sejalan dengan menurunnya tingkat kunjungan wisata ke Sukabumi.
“Dari hasil pemantauan, arus kendaraan tidak mengalami peningkatan signifikan. Ini salah satunya dipengaruhi oleh isu bencana alam, seperti banjir bandang yang sempat terjadi di Kecamatan Nyalindung, meskipun tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan berat,” ujar Samian, Kamis (1/1/2026).
Menurutnya, kejadian banjir sebelumnya di wilayah Cisolok juga turut memberi dampak psikologis bagi calon wisatawan. Akibatnya, animo masyarakat untuk berwisata ke Sukabumi cenderung menurun, yang tercermin dari tingkat hunian hotel yang belum terisi penuh.
“Kami melihat okupansi hotel masih di bawah kapasitas maksimal. Ini menunjukkan kunjungan wisata belum optimal,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, membenarkan adanya penurunan jumlah wisatawan, khususnya dari kalangan wisatawan lokal. Namun demikian, wisatawan dari wilayah Jabodetabek masih cukup mendominasi kunjungan ke sejumlah destinasi wisata di Sukabumi.
“Memang ada penurunan, terutama wisatawan lokal. Kemungkinan besar karena isu-isu bencana. Tetapi wisatawan dari Jakarta, Bogor, dan daerah sekitarnya masih cukup banyak,” kata Andreas.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif. Meski begitu, pihaknya optimistis sektor pariwisata Sukabumi akan kembali pulih.
“Untuk angka penurunannya belum bisa dipastikan karena masih dalam tahap penghitungan. Ke depan, kami berharap dan optimistis kunjungan wisata akan kembali meningkat,” tutupnya.***(RAF)
Editor : Aab













